Hai, ini saya lagi…. Sebelum cerita ttg temen-temen kosan yg lainnya, saya mau cerita dulu ttg perjalanan libur lebaran saya. Libur lebaran kemarin, saya ikut liburan teman saya dan mamanya ke Pulau Borneo, alias Kalimantan. Kami bertiga mengunjungi kota Kuching dan beberapa kota disekitarnya. Kami berkeliling di Kuching dan sekitarnya selama kurang lebih 4 hari. Hari pertama tiba, kami langsung diajak berkeliling kota, city tour. Kami diajak ke sebuah museum besar yg didalamnya terbagi-bagi lagi atas beberapa museum. Ada museum sejarah peradaban penduduk Kuching yg ternyata mirip-mirip dengan penduduk Kalimantan, yaitu sesama suku dayak, tapi saya yakin deh di Kalimantan (Indonesia), pasti ga ada kan? Atau ada??? Lalu ada tempat sekumpulan aquarium dgn berbagai jenis ikan. Ada juga museum yg isinya binatang-binatang yang diawetkan, ada juga museum yg berisikan sejenis maket rumah-rumah panggung kuno dan maket alat transportasi pengeboran minyak di laut lepas plus cara-cara pengilangan minyaknya, dan lengkap juga dengan sampel jenis-jenis minyak dari yg mentah, yg dalam proses pengolahan sampai yg telah diolah. Demikian juga dengan hasil-hasil tambang, ada sampelnya. Saya jd bisa lihat jenis-jenis bebatuan yg dulu saya pelajari di pelajaran geografi, mulai dari batu kali sampai marmer, konglomerat, granit, dll, lengkap!!! Lagi-lagi, di Indonesia ada ga sih? Dimana ya? Trus ada juga museum-museum lain yg sayangnya belum sempat saya lihat, karena jam operasionalnya sudah habissss. Sepintas dilihat, Kuching adalah kota yg cukup rapi dan megah walaupun jauh dari ibu kota.
Malamnya, setelah makan,kami juga diajak mengunjungi patung-patung kucing dalam berbagai pose yg bertebaran di berbagai penjuru kota Kuching, aneh ya? Jadi kepingin bikin film “Ada Apa dengan Kucing?” Ehm, ada hal aneh lagi di kota Kuching. Dimana-mana, selalu ada tempat makan semacam food court yg luas. Dimana-mana! Dan anehnya lagi, tempat itu selalu penuh dengan orang, baik anak-anak, dewasa, sampai kakek-nenek. Sepertinya orang Kuching memang hobi makan ngumpul rame-rame. Saya rasa, mungkin malah ga ada yg makan di rumah. Tapi untungnya, masakan di sana sesuai sama lidah saya!
Besoknya, kami diajak (lagi-lagi) ke museum. Tapi kali ini museumnya khusus berisi ttg kucing. Di sana, ada semua ttg kucing, mulai dari sejarah kucing, kucing dari sudut pandang agama dan social, berbagai boneka kucing, foto, lukisan, patung, bahkan ada mumi kucing beneran. Saya sampai merinding liatnya. Ada juga boneka dan komik Garfield (kucing obesitas temennya si odie idiot itu), doraemon (semua pasti kenal kan?), cat woman, dll,dsb. Nah, kalo museum yg ini sih saya yakin seyakin-yakinnya, ga ada di Indonesia! Setuju? Setelah itu, saya lupa persisnya kemana,hehe….
Kami juga berkunjung ke Sarawak Cultural Village. Nah, tempat ini lumayan unik juga, di sini ada pertunjukan tarian tradisional dari semua suku yang ada di Sarawak. Selain itu ada juga rumah-rumah panggung unik dari tiap suku. Kami diajak menjelajahi semua rumah-rumah itu, tangga untuk naik turun ke rumah-rumah itu dibuat seperti aslinya di jaman dulu, jadi yg udah ukuran lansia, pasti milih ga ikut-ikutan naik deh. Hahaha. Banyak turis yg berseliweran di daerah ini. Oh ya, di sini juga tersedia fasilitas home stay di rumah panggung itu selama beberapa hari. Jadi para turis bisa ngerasain tinggal di rumah panggung beneran dan setiap harinya melakukan aktivitas-aktivitas asli dari suku si penghuni rumah panggung!
Besoknya lagi, acara kunjungan ke gua. Kami diajak ke Fairy Cave. Menurut saya, yg seumur-umur belum pernah masuk gua, guanya OK banget!!!! Bagi saya sih cukup breath taking, baik pemandangannya, maupun proses pendakian ke puncak guanya! Tapi sebandinglah, dengan pemandangan yg bisa saya lihat! Pokoknya saya ga nyesel deh. Yg kedua, namanya Wind Cave, isinya… berkompi-kompi kelelawar tidur siang disepanjang atag gua yg gelap gulita, hiiiiii…. Tapi lumayan jugalah sebagai pengalaman pertama. Next, kami ke tempat peternakan buaya. Di sini juga ada berbagai hal ttg buaya, mulai dari telur buaya sampai foto-foto pembedahan perut buaya dewasa untuk proses pengeluaran jenasah seorang bocah lelaki yg dimakan buaya. Kalo foto ini sih, saya cuma berani natap sedetik, trus eneg-eneg sampai beberapa jam,hiiiiiiiiiii!!!!! Selebihnya, kami diajak mengunjungi pasar malam, pasar tradisional dan beberapa mall, yah ga jauh beda lah dengan di Jakarta. Yg aneh tuh di Kalimantan Barat, mall besar aja cuma ada satu, sisanya cuma sejenis supermarket, hiks...
Next, apalagi ya? Oh ya, besoknya kami berangkat ke Indonesia, tepatnya ke sisi barat dari Kalimantan Barat, tepatnya lagi kota-kota berikut : Singkawang, Pemangkat, Tebas, Sambas, dan tentunya Pontianak. Nah, kalo disini bener-bener ga ada yg bisa diceritain deh, ga ada tempat wisata menyenangkan. Hanya ada pantai, pantai dan… pantai! Tapi di salah satu pantai ada jembatan lumayan panjang yg menghubungkan pesisir pantai dengan pulau TERKECIL di dunia. Namanya Pulau Simping. Entah benar atau tidak fakta tersebut, saya belum sempet ngecek,he3. Oh ya, ada satu hal yg unik dari penduduk kota-kota di kalbar yg saya kunjungi itu. Yah memang sih saya hanya numpang nginep di beberapa rumah saudaranya teman saya itu, yg kebetulan orang Chinese semua, jadi belum tentu bisa mewakili seluruh penduduk kota, tapi cukup membuat saya bertanya-tanya. Yg pertama adalah masalah bak mandi. Semua bak mandi yg saya liat ukurannya benar-benar jumbo! Saya sampai bengong liatnya. Tapi pas saya tanya ke teman saya, ternyata jawabannya simpel, bak mandi dibuat sebesar mungkin untuk menampung air sebanyak-banyaknya, karena penduduk di sana sering kekurangan air, maklum, kebanyakan dari mereka masih memakai air sungai. Owwhhh, begitu toh!
Nah, yg kedua lebih aneh lagi, karena teman saya itu juga ga tau jawabannya. Setiap rumah di sana punya buaanyak kalender. Di ruang tamu aja, paling sedikit ada 3 kalender, paling sedikit loh! Di kamar tamu ada yg punya 4 kalender. Ada juga rumah makan Chinese yg saya datangi, punya 5 kalender sobek besar-besar yg berjejeran dan semua menunjukan tanggal yg sama. Ada lagi, di salah satu toko saudara teman saya yg memajang 4 buah kalender baik kalender harian maupun bulanan. Yg anehnya lagi, ada yg tanggal dan bulannya beda-beda, maksudnya apa sih??? Mungkin hanya Einstein yg tahu jawabannya.
Kota-kota di barat Kalbar ini masih benar-benar ehm... jauh dari Jakarta (ya pastilah!). Terakhir, kejadian aneh yg saya temui sebelum pulang ke Jakarta adalah masalah oleh-oleh yg mama teman saya beli. Ayo tebak, dia beli apa? Ehm… jawabannya adalah… kacang panjang, jeruk nipis, terasi, kembang tahu, buah yg saya ga tau namanya, buah duku dan rambutan (klo ini sih dikasih sm saudaranya), buah terong asem, dan bbrp jenis barang lagi yg saya lupa. Saya bener-bener speechless liatnya. Entahlah, mungkin rasa kacang panjang di Pontianak dan di Jakarta berbeda....
Kesimpulannya...
Sarawak (Malaysia) dan Kalimantan Barat (Indonesia), berada di pulau yg sama, tapi kenapa keadaan daerah dan penduduknya jauh berbeda ya??? Hiks... .
Ok, cukup sekian dulu ttg Borneo barat… see ya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar