Sekarang saya mau cerita sedikit tentang kisah libur lebaran saya di Medan.
Libur Idul Fitri 2009, saya pergi ke Medan dan sekitarnya bersama keluarga paman saya. Kami pergi berlima, paman saya, istrinya dan kedua anak lelakinya yg masih imut-imut. Kalo ga salah, yang satu SMP dan yang satu lagi masih SD, kalo ga salah loh! Atau juga dua-duanya masih SD, abis masih pd imut-imut sih. Nah, selama di Medan, kami diantar berkeliling oleh temannya paman saya. Jadilah kami berangkat berenam kemana-mana. Makan berenam, tidur berenam dan mandi sendiri-sendiri dong!
Selama di Sumut, kami mengunjungi Medan (ya pastilah, karena bandaranya kan di sana!), Brastagi (dinginnya, bbbrrrrrr!), Danau Toba (yang ini sih wajib! Danaunya ok!), Hill Park (sejenis Dufan), Taman Iman (tempat rekreasi dengan nuansa keagamaan) dan bbrp tempat lagi yg saya ga inget namanya, hehehe.
Ok, yg pertama, Medan. Tempatnya sih biasa-biasa aja (kalo dibandingin sama Jakarta loh!), tapi makanannya... enak-enak abis! Yg di daerah pinggiran dan biasa-biasa aja, rasa makanannya enak. Kedua, Danau Toba, hmmmm.... ya begitulah seperti layaknya sebuah danau, air ada dimana-mana,hehehe. Ya, indah sih tapi sepertinya ada yg kurang, entah apa. Ada beberapa penginapan yang letaknya pas di pinggir danau, tapi sayang sudah pada penuh, hiks!
Kemudian, kami ke Brastagi. Di Brastagi, setelah muter-muter ga karuan demi mendapatkan sepetak tempat buat buat tidur, setelah putus asa dan berpikir bahwa malam itu kami akan tidur di Masjid terdekat, akhirnya kami menemukan rumah penduduk yg beberapa kamarnya disewakan untuk penginapan. Rumah tersebut adalah milik sepasang suami istri paruh baya yg sudah pensiun. Sang istri adalah orang asli Brastagi dan sang suami adalah orang Belanda yg sepertinya (menurut saya) akhirnya menetap di Brastagi. Brastagi tempat saya menginap benar-benar sejuk (dingin kalo malam, sejuk waktu siang), asri dan segar! Saya jadi pengen tinggal di sana....
Hill Park, taman bermain yg lumayan lucu, walaupun mainannya ga seheboh Dufan. Kebanyakan isinya adalah mainan anak-anak. Tempat berikutnya yg kami kunjungi adalah Taman Iman. Di taman ini, katanya, terdapat tempat-tempat ibadat dari tiap agama yang ada di Indonesia. Kami sendiri tidak sempat mengunjungi semuanya. Kami hanya sempat melihat Vihara dan taman bagian agama Kristen/Katholik. Menurut pemandu kami, karena mayoritas penduduk Sumatera Utara beragama Kristen/katholik, maka taman yang paling bagus dan wajib dikunjungi selama berada di sana tentu saja adalah taman bagian itu. Maka berangkatlah kami berenam ke taman tersebut. Paman saya sekeluarga beragama Buddha, termasuk kedua anak mereka, jadi kedua anak tersebut tidak mengetahui apa-apa tentang Yesus.
Di luar dugaan saya, taman itu indah, rapi dan apik. Mulai dari gerbang masuk terus ke dalam, di sisi kiri-kanan jalan, terdapat patung-patung yg menggambarkan peristiwa-peristiwa Jalan Salib, mulai dari saat Yesus disidang, Yesus jatuh, hingga Yesus disalibkan.
Salah satu dari sepupu saya terus menerus menanyakan arti dari peristiwa-peristiwa di Jalan Salib tersebut. Pertama, dia bertanya, “Yesus itu siapa sih?”, lalu mamanya menjawab, “Yesus itu Tuhannya agama Kristen.” Dia pun terdiam, mungkin sudah puas dengan jawaban tadi. Kami pun berjalan terus di depan dan meninggalkan empat orang lainnya di belakang. Kemudian, ada patung dimana Yesus dimahkotai duri, dia menatapnya dengan ngeri, dan kami pun terus berjalan. Kami berjalan dengan diam. Kemudian ada patung Yesus memanggul salib, dia bertanya sambil lalu kenapa Yesus membawa kayu besar dan berat itu? Ada patung Yesus jatuh dan dicambuk, dia bertanya, “Kenapa Yesus dicambuk?”. Saya ga ingat jelas,apa jawabannya saya waktu itu, tp yg pasti, kami akhirnya terus berjalan. Kemudian, ada lagi patung saat Yesus jatuh dan dicambuk lagi, dia hanya berkata, “tuh, dicambuk lagi”. Dan terakhir saat Yesus dipaku di kayu salib, akhirnya dia berteriak, “Iiiiihhh! Memangnya Yesus salah apa sih? Kenapa sih???”.
Hmmm, saya benar-benar terkejut mendengan pertanyaan itu, dan dengan spontan saya jawab, “Ga salah apa-apa!”. Dia balik bertanya, “Trus kenapa digituin?”. Saya hanya bisa diam dan sibuk memikirkan bagaimana menjawab pertanyaan tersebut tanpa menyebabkan dia balik bertanya lagi dengan pertanyaan yg lebih sulit lagi dijawab! Dan yup! Saya benar-benar tidak bisa menemukan jawabannya. Jadi saya diamkan saja dia dan saya jadi termenung memikirkan Yesus yg tidak bersalah tapi harus... yah, begitulah. Kami terus berjalan hingga akhir taman yg megah dan luas, di sana terdapat 3 salib besar berdiri tegak, menjulang tinggi seperti salib beneran! Saya jadi sedikit merinding, yah, maklumlah, saya kan belum pernah melihat salib besar beneran seperti itu. Ok, taman ini benar-benar indah dan menyentuh.
Selama berkeliling di sana, sedikit banyak kami terjebak dalam “macet”. Saya ga kebayang, kalo Idul Fitri aja disana macet, gimana Natal??? Hufft!!!
Yah, begitulah sedikit kisah liburan saya di Medan dan sekitarnya. Bbrp hal yg terus terkenang sampai sekarang dari hasil liburan saya di sana adalah makanannya yang enak-enak, Brastagi yang nyaman dan pertanyaan singkat sepupu saya sewaktu di Taman Iman, “Memangnya Yesus salah apa sih?”. Memang hanya sebuah pertanyaan singkat, tapi bagi saya, itu adalah salah satu pertanyaan tersulit yg pernah saya hadapi....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar